3 Tips Dalam Melakukan Olahraga Saat Puasa

 

Bulan Ramadan ialah bulan yang menarik di mana umat Muslim diharuskan untuk menjalankan ibadah puasa dari keluar fajar sampai tenggelamnya matahari. Banyak sekali cerita Ramadan yang mengkisahkan beragam manfaat puasa. Dari waktu imsak sampai berbuka, ada kurang lebih 13 jam, tubuh tidak menemukan suplai makanan dan minuman dari luar. Di samping waktu makan, makanan yang dimakan ketika bulan Ramadan biasanya bertolak belakang dari rutinitas karena ada tradisi santap makanan tertentu yang hanya ada di bulan Ramadan, layaknya kolak, kurma, dan es blewah. Perubahan pola santap ini bisa mempengaruhi tubuh.

Banyak orang yang tetap mengerjakan olahraga guna menjaga situasi tubuhnya tetap bugar di bulan Ramadan. Di samping itu, pun ada atlit yang tetap melakukan latihan di bulan Ramadan guna persiapan kompetisi. Olahraga memang membawa pengaruh positif pada tubuh, antara lain untuk mengawal tubuh tetap bugar dan sehat. Namun, bagaimana teknik menjalankan olahraga yang baik di bulan Ramadan? Apa saja hal-hal yang mesti diperhatikan?

  1. Waktu olahraga

Pertama yang mesti diperhatikan ialah waktu mengerjakan olahraga. Tidak dianjurkan untuk mengerjakan olahraga ketika waktu puasa. Seperti yang dikutip dari thenational dan islamicity, olahraga usahakan tidak dilaksanakan saat berpuasa sebab saat puasa perut dalam suasana kosong. Waktu terbaik untuk mengerjakan olahraga di bulan Ramadan ialah pada ketika setelah berbuka, sebab setelah berbuka tubuh menemukan energinya dari makanan dan minuman.

Namun, ada pun yang berpikir bahwa masa-masa terbaik mengerjakan olahraga ialah pada ketika menjelang berbuka puasa. olahraga usahakan dilaksanakan 30-60 menit menjelang berbuka sebab mendekati jam makan.

Hal ini kelihatannya sah-sah saja tergantung dari kebugaran masing-masing individu. Ada orang yang dapat melakukan olahraga ketika berpuasa dan ada pun yang tidak tergantung dari kelaziman orang tersebut mengerjakan olahraga. Yang terpenting ialah setelah mengerjakan olahraga, kita tidak merasa lemas, pusing, atau bahkan pingsan. Kenali tubuh kita sendiri!

  1. Olahraga yang baik dilaksanakan saat puasa

Selanjutnya yang mesti kita perhatikan ialah jenis olahraga. Lakukan jenis olahraga yang biasa Anda kerjakan seperti biasanya. Namun, usahakan kerjakan jenis olahraga dengan intensitas enteng sampai sedang, layaknya berjalan, jogging, dan bersepeda. Disarankan guna tidak mengupayakan intensitas olahraga yang lebih tinggi dari yang biasa kita lakukan sebab ditakutkan tubuh tidak dapat melakukannya.

  1. Asupan makanan yang diperlukan

Saat Ramadan, tubuh diberi waktu dua kali guna makan, yaitu ketika sahur dan berbuka puasa (waktu maghrib). Waktu santap di bulan Ramadan agak berubah bila dikomparasikan dengan hari biasanya.

Di samping itu, porsi santap mungkin pun dapat berubah. Namun, usahakan guna tetap memakan makanan dalam jumlah yang sama layaknya hari biasanya, tidak berlebih dan pun tidak kekurangan, dan pun makan pelbagai makanan yang berisi zat gizi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral guna memenuhi keperluan zat gizi yang dibutuhkan tubuh.

 

Karbohidrat adalah energi utama untuk tubuh. Karbohidrat dapat membalikkan kadar glukosa darah yang menurun ketika berpuasa. Makan makanan yang berisi karbohidrat kompleks dan serat (yang mempunyai indeks glikemik rendah) dibutuhkan karena membantu mencungkil energi secara perlahan sampai-sampai energi dalam tubuh tidak cepat habis.

Memakan makanan yang berisi indeks glikemik rendah pada ketika berbuka puasa bertujuan untuk menambah cadangan karbohidrat, sedangkan andai mengonsumsi makanan yang berisi indeks glikemik tinggi, maka kadar gula darah bakal cepat meningkat namun akan cepat berakhir juga.

Konsumsi makanan yang berisi karbohidrat tinggi ketika berbuka puasa guna memaksimalkan cadangan glikogen otot dan lantas konsumsi makanan yang berisi lemak tinggi ketika sahur guna memperlambat pencernaan sampai-sampai perut tidak cepat kosong. Ini adalah strategi untuk meminimalisir perasaan cepat lapar sekitar berpuasa dan pun mempertahankan energi hingga olahraga dimulai.

Di samping karbohidrat, protein pun sangat dibutuhkan tubuh. Makanlah makanan yang berisi protein tinggi, layaknya ikan, daging, dan telur. Protein adalah zat yang dibutuhkan untuk perkembangan dan pun sebagai zat pembangun. Protein menolong memulihkan dan membetulkan sel-sel otot yang rusak saat berolahraga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *